“Menerima pemberkatan dalam bahasa kami masing-masing, dengan kedua keluarga hadir, adalah momen yang selalu kami kenang.” Hana, Osaka
Hana dan Kenji datang dari Osaka bersama delapan belas tamu, dua keluarga yang bertemu untuk pertama kalinya di sebuah taman hutan di Ubud. Mereka menginginkan pernikahan yang menghormati budaya Bali sekaligus budaya mereka sendiri, intim, hijau, dan tanpa terburu-buru.
Kami memilih sebuah taman tepi sungai yang dibalut dedaunan, dengan suara air mengalir di bawah upacara. Seorang pemangku setempat memimpin pemberkatan tradisional Bali berdampingan dengan janji suci pasangan ini, merangkai bunga kamboja dan air suci sepanjang hari. Perencana utama kami, yang berbahasa Jepang, membimbing kedua keluarga melewati setiap momen sehingga tak seorang pun merasa tersesat dalam perbedaan bahasa.
“Menerima pemberkatan dalam bahasa kami masing-masing, dengan kedua keluarga hadir, adalah momen yang selalu kami kenang,” kata Hana. “Acaranya kecil, tenang, dan sepenuhnya milik kami. Sekar Bali memahami persis apa yang kami inginkan tanpa perlu kami jelaskan dua kali.”